https://www.beachviewbreakfastandgrill.com/

Kematian Prada Lucky: Dibunuh Oleh Seniornya

Kematian Prada Lucky Dibunuh Oleh Seniornya

Kematian Prada Lucky: Dibunuh Oleh Seniornya – Informasi yang beredar bahwa kematian prada Lucky di bunuh oleh seniornya sendiri dan di nyatakan oleh anggota DPR Komisi I dari fraksi PDIP ditekankan kepada para senior yang melakukan penganiayaan terhadap prada lucky bukan lagi tentang memberikan pendidikan atau pengarahan melainkan pembunuhan, dan TB Hasanuddin juga menekankan bahwa diberikan hukum pidana yang setimpal terhadap pelaku.

TB Hasan menyampaikan langsung bahwa “itu bukan sedang memberikan pendidikan melainkan sudah termasuk pembunuhan dan harus di pidanakan, bilaperlu kasus ini harus di bawa ke pengadilan militer dan dibuka secara terbuka supaya bisa jadi pelajaran juga untuk anggota yang lainnya” imbuhnya, Jumat (08/08/2025)

Baca juga : Jadwal MotoGP 2026: Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah

Selain itu TB Hasan juga menyamapikan bahwa pelaku harus diberikan hukuman tambahan seperti pemecatan.

Ayah prada lucky pun sangat marah sambil berdiri tegap sambil mata melotot (Sersan Mayor Christian Namo) dan berteriak di belakang mobil ambulance yang membawa jenazah anak tercintanya yaitu Prada Lucky Chepril Saputra Namo.

Suaranya yang bergetar Serma Christian mengenakan pakaian loreng yaitu baju dinas khas matra darat dan memberikan pertanyaan kehadiran negara disaat putranya yang meninggal dengan cara yang tragis.

Mondar mandiri berjalan di halaman tepat depan kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Kupang sambil berulang kali meminta keadilan untuk putranya itu, Kamis (07/08/2025).

Serma Christian sendiri bertugas di Komando Distrik Militer atau di sebut dengan Kodim 1627 Rote Ndao.

Dan rekan kerja berapa kali berusahan menenangkan Serma Christian namun terus saja mengumpat karena kekesalannya terhadap putranya yang meninggal tragis karena dugaan dianiaya oleh para seniornya.

Dan kekecewaan Serma Christian semakin memanas dikarenakan permintaan untuk mengotopsi jenazah putranya di ke dua rumah sakit yaitu RS Wira Sakti Kupang dan RS Bhayangkara Kupang tidak bisa di wujudkan.

Selanjutnya kasus ini terus berlanjut dan penyidik sudah menetapkan 4 tersangka atas kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang di duga menganiaya korban hingga tewas dengan tragis, hingga saat ini Polisi Militer TNI sedang mendalami peran masing masing dari tersangka.

Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyampaikan kepada wartawan “dari penyidik pomdam IX/udayana sudah menetapkan 4 orang tersangka dan dilakukan penahanan di subdenpon IX/1-1 Ende”, Minggu(10/08/2025)

Ke 4 tersebut yaitu Pratu EDA, Pratu ARR, Pratu AA, dan Pratu PNBS dan sudah di lakukan penahanan di Subdenpom IX/1-1 Ende.

Penyidik akan melakukan pemeriksaan dan akan menentukan secepatnya mengenai langkah berikutnya dalam kasus ini, selain itu juga masih ada 16 prajurit TNI lainnya masih dilakukan pemeriksaan terkait kematian korban yaitu Prada Lucky, tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lainnya yang terlibat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *